Serpihan Mutiara Retak - Nina Pane Budiarto | Aksiku - Toko Buku Bekas Online
Pemesanan Hubungi:
1. Djefi: SMS/Whatsapp: 0813-1063-6383 Line ID: djefi, Email: order.buku@aksiku.com
2. Farida: SMS/Whatsapp: 0813-1555-4445
"Harga Belum Termasuk Biaya Ongkos Kirim"
"Pengiriman dilaksanakan sehari setelah Pembayaran"
Home » , , , , , , » Serpihan Mutiara Retak - Nina Pane Budiarto

Serpihan Mutiara Retak - Nina Pane Budiarto

www.aksiku.com
Serpihan Mutiara Retak

Serpihan Mutiara Retak

Serpihan Mutiara Retak

www.aksiku.com
Toko Buku Bekas Online Aksiku yang berlokasi di Jakarta Timur menjual Novel bekas Serpihan Mutiara Retak.

Judul Serpihan Mutiara Retak
Penulis: Nina Pane Budiarto
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: 250 Halaman
Harga Buku: Rp. 18.000,- 
Berat Buku: 130 g
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 1984 Cetakan ke 1
Kondisi: Cukup (BUKU Bekas/Kondisi fisik sesuai foto)

Kertas halaman kecoklatan.

Adelia hamil di luar nikah. Arfian bukan tidak mau bertanggung jawab. Tapi, lamarannya ditolak! Gadis belia yang kebingungan itu terpaksa menyetujui kemauan orangtuany agar bayinya yang lahir diserahkan ke yayasan yang bersedia merawat bayi-bayi telantar dan tak dikehendaki. Daripada dibunuh, dicekik, lalu dibuang ke kali, begitu alasan Bidan Rukmini.

Dengan bantuan Pratiwi, Arfian berhasil menemukan jejak anaknya. Apa boleh buat, sang bayi hanya bisa diambil dengan jalan adopsi. Nah, Arif Wibawa diasuh oleh ayah kandungnya sebagai anak angkat. Beruntung, Pratiwi si lembut hati bersedia menjadi ibunya.

Penyesalan memang selalu datang belakangan. Kemunculan Insiyur Adelia yang terlambat membuat keguncangan hebat dalam jiwa Arif. Cinta anak terhadap ibunya bukan suatu mukjizat semata. Cinta bisa tumbuh berkembang karena jarak yang dekat dan waktu yang panjang meskipun bukan terhadap ibu kandung.

"Apa gunanya status hukum sebagai anak kandung, jika harus diperoleh dengan cara mengabaikan ketenteraman batinnya." protes Pratiwi. Arfian SH memang tidak sempat mengubah status Arif.

Mutiara yang sejak lahir sebagai serpihan belaka, kini bahkan menjadi retak. Dan tidak seorang pun berhasil memiliki separuh retakan itu.


0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Buku Pilihan