Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer) | Aksiku - Toko Buku Bekas Online
Pemesanan Hubungi:
1. Djefi: SMS/Whatsapp: 0813-1063-6383 Line ID: djefi, Email: order.buku@aksiku.com
2. Farida: SMS/Whatsapp: 0813-1555-4445
"Harga Belum Termasuk Biaya Ongkos Kirim"
"Pengiriman dilaksanakan sehari setelah Pembayaran"
Home » , , , , , , » Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)

Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer)

www.aksiku.com
www.aksiku.com

www.aksiku.com

www.aksiku.com
Judul: Bumi Manusia
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Tebal: 540 halaman
Harga: Rp. 80.000,-HABIS
Berat Buku: 520 g
Kulit Muka: Soft Cover Kondisi: Bagus (Buku Bekas/Kondisi fisik sesuai foto)
Penerbit: Lentera Dipantara Tahun: 2008 Cet.13
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Halaman pembuka terdapat STEMPEL. LIHAT FOTO

Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu .... Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.


0 comments:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Buku Pilihan