Menjadi Manusia Paling Bahagia (Dr. A'idh Al-Qarni) | Toko Buku Bekas Online
Pemesanan Klik pada nomor untuk langsung chat :
1. Djefi: Whatsapp: 0813-1063-6383
2. Farida: Whatsapp: 0813-1555-4445
"Harga Belum Termasuk Biaya Ongkos Kirim"
"Pengiriman dilaksanakan sehari setelah Pembayaran"

Pilih Penulis - Penerbit - Kategori

Penerbit

Cari - Ketik dan Enter

Home » , , , , , » Menjadi Manusia Paling Bahagia (Dr. A'idh Al-Qarni)

Menjadi Manusia Paling Bahagia (Dr. A'idh Al-Qarni)

www.aksiku.com
www.aksiku.com

www.aksiku.com

www.aksiku.com

www.aksiku.com
Judul: Menjadi Manusia Paling Bahagia (Hatta takuuna as-'adannas)
Penulis: Dr. A'idh Al-Qarni
Tebal: 168 Halaman
Harga: Rp. 18.000,-HABIS
Berat Buku: 158 g
Kulit Muka: Soft Cover Kondisi: Cukup Bagus (Buku BEKAS/Kondisi fisik LIHAT FOTO)
Penerbit: : Pustaka Arafah Tahun: Agustus 2004 Cet.1
Bahasa: Indonesia/terjemahan

Sinopsis

Komoditi langka yang paling diburu manusia, bernama kebahagiaan. Hampir bisa dipastikan, apapun aktivitas yang dilakukan manusia, selalu berujung di muara harapan akan kebahagiaan.

Terlebih, kini mereka semakin menyadari, bahwa aspek duniawi saja tidak cukup untuk mendapatkan kebahagiaan hakiki. Bahwa kebahagiaan tak semata ada dalam rumah mewah, harta melimpah, kedudukan berwibawa atau suami/istri yang mempesona. Kebahagiaan ada dalam cara bersikap. Tetapi bagaimana cara meraihnya?

Dengan buku ini, Dr. A'idh Al-Qarni akan menuntun anda setapak demi setapak untuk membangun mahligai kebahagiaan. Istimewanya, tak hanya kebahagiaan duniawi. Bekal-bekal dari penulis yang juga sastrawan asal Arab Saudi ini sarat dengan nilai-nilai religius. Sehingga, anda tidak terjebak kepada rumus-rumus yang hanya berotasi kepada rasio saja sebagaimana banyak ditawarkan psikolog Barat.

Uniknya, gaya bertutur penulis bukan disajikan dalam rentetan narasi berjubel teori yang kadang menggurui, melainkan berupa poin-poin yang sederhana, lugas, namun tetap mencerdaskan.

jadi, bacalah buku ini perlahan, dalam kondisi santai, ketika seluruh pikiran anda siap diajak merenung, sekalipun melahapnya sebagai sebuah "cemilan jiwa".

Lihat Juga

Buku Unggulan


0 comments:

Post a Comment

Sudahkah Anda Baca Buku ini?